MUARASABAK – Komitmen membangun daerah terus ditunjukkan oleh Bupati Tanjab Timur, Hj Dillah Hikmah Sari, S.T. Ia melakukan rangkaian kunjungan kerja strategis ke Jakarta pada, Rabu 15 April 2026, sebagai bagian dari langkah proaktif “jemput bola” guna mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan serta membuka akses pembiayaan pembangunan infrastruktur di daerahnya.
Langkah ini menjadi refleksi keseriusan Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor vital yang menyentuh langsung kesejahteraan publik.
Agenda pertama diawali dengan pertemuan bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago. Pertemuan tersebut turut difasilitasi oleh politisi senior Partai NasDem, Hasbi Anshori.
Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, Bupati Dillah menyampaikan berbagai persoalan mendasar di sektor kesehatan daerah, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit hingga kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi secara merata, tanpa terkecuali bagi masyarakat di daerah.
“Kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Kami ingin memastikan rumah sakit di Tanjab Timur memiliki fasilitas yang memadai dan tenaga kesehatan mendapat dukungan penuh dari pusat agar pelayanan semakin optimal,” ucapnya.
Tak berhenti di parlemen, rombongan melanjutkan agenda ke PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI). Kunjungan ini bertujuan menjajaki peluang kemitraan strategis dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur berupaya membuka alternatif pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan, sehingga pembangunan tidak hanya bertumpu pada skema APBD konvensional.
Langkah ini dinilai sebagai strategi adaptif dalam menjawab tantangan keterbatasan fiskal daerah, sekaligus mempercepat realisasi pembangunan fisik yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah.
Untuk memastikan setiap agenda berjalan konkret dan terukur, Bupati turut melibatkan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari sektor keuangan, kesehatan, hingga pekerjaan umum.
Kehadiran para pemangku kepentingan teknis ini menjadi bukti bahwa setiap langkah yang diambil tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diarahkan pada implementasi nyata yang terencana.
Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif pusat, dan lembaga pembiayaan negara diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membuka peluang kemajuan yang lebih luas bagi Kabupaten Tanjab Timur.
Ikhtiar yang dilakukan Bupati Dillah ini bukan sekadar perjalanan dinas, melainkan cerminan kepemimpinan yang aktif, responsif, dan berorientasi pada solusi. Sebuah langkah nyata bahwa pembangunan daerah membutuhkan keberanian untuk bergerak, berkolaborasi, dan menjemput peluang demi masa depan yang lebih baik. (AT)
