Wabup Muslimin Tanja Sambut Investor Belgia, Sabut Kelapa Tanjabtim Siap Jadi Komoditas Bernilai Tinggi

MUARASABAK – Pemkab Tanjab Timur kembali menerima kunjungan investor mancanegara yang tertarik mengembangkan potensi komoditas kelapa.

Kali ini, pelaku usaha asal Belgia, Marc Van Dael, datang untuk meninjau langsung peluang pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Bupati Tanjab Timur, Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., di rumah dinas Bupati, Senin 13 April 2026, malam. Turut hadir CEO Roemah Kelapa Indonesia, Galih Batara, beserta sejumlah pejabat daerah dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muslimin Tanja menegaskan bahwa kehadiran investor asing menjadi peluang besar bagi daerah untuk mengoptimalkan potensi kelapa, khususnya pada bagian sabut yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Selama ini sabut kelapa sering kali hanya dianggap limbah dan belum dikelola dengan baik. Padahal, dari hasil pemaparan yang kami terima, komoditas ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi jika diolah dengan tepat,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, pengolahan sabut kelapa menjadi produk seperti cocopeat dapat membuka peluang pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.

Pemkab Tanjab Timur siap mendukung langkah-langkah konkret yang mengarah pada pengembangan industri berbasis kelapa.

“Kami berharap kehadiran investor ini bisa menjadi titik awal terbentuknya industri pengolahan kelapa di Tanjab Timur, sehingga ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Sementara itu, Marc Van Dael, melalui penerjemahnya menyampaikan bahwa potensi bahan baku di Kabupaten Tanjab Timur dinilai sangat menjanjikan untuk pengembangan industri turunan kelapa. Ia juga optimistis kerja sama yang terjalin dapat segera direalisasikan.

“Ketersediaan bahan baku di sini sangat mendukung. Dengan sinergi bersama pemerintah daerah, kami yakin dalam waktu enam hingga sembilan bulan ke depan sudah ada progres nyata yang bisa dilihat,” ujarnya.

Di sisi lain, Galih Batara menuturkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi proses penjajakan hingga implementasi kerja sama dengan investor.

Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis produk serta teknologi yang akan digunakan dalam pengolahan sabut kelapa.

“Kami akan mendorong percepatan realisasi kerja sama ini. Nantinya, investor akan menentukan model produk dan teknologi yang sesuai untuk diterapkan di Tanjab Timur,” tuturnya.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan potensi sabut kelapa yang selama ini belum tergarap dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing global, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Tanjab Timur.

“Nantinya Marc Van Dael akan menentukan model produk yang diinginkan beserta teknologi yang akan digunakan. Teknologi tersebut selanjutnya akan dibawa dan diterapkan di Tanjabtim,” tutupnya. (AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *